Breaking
Ingin upgrade skill tanpa ribet? Temukan kelas seru dan materi lengkap hanya di YukBelajar.com. Mulai langkah suksesmu hari ini! • Mau lulus? Latih dirimu dengan ribuan soal akurat di tryout.id.
Politik / Article

Partai PDIP Bisa Makin Kacau Jika Diketuai Bukan Lagi Garis Keturunan Soekarno

calendar_today Des 28, 2022
schedule 4 tahun
350b613cbbe187fd.jpg

Kabar dari ranah politik yang saat ini tengah santer terdengar dan menjadi sebuah pemberitaan hangat di media nasional adalah tentang akan digantinya Ketum PDIP oleh seseorang yang bukan dari keturunan atau trah Soekarno. Kabarnya Ketum PDIP Megawati yang merupakan keturunan asli Soekarno akan digantikan oleh Jokowi yang sampai saat ini masih menjabat sebagai presiden RI.

Namun banyak yang berpendapat jika pimpinan partai PDIP yang baru bukan dari keturunan asli Soekarno, maka siap-siap saja partai berlambang banteng tersebut akan terpecah menjadi 2 kubu dan bisa saja bakal hancur karena tradisi lama yakni memiliki ketum dari keturunan atau trah Soekarno akan hilang selamanya.

Bahkan menurut Sekjen DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo pernah membuat pernyataan bahwa PDIP harus selalu dipimpin oleh keturunan Presiden pertama RI, Soekarno. Menurut Tjahjo, PDIP hanya akan merekat jika dipimpin oleh keturunan Soekarno seperti saat ini.

Jika sampai digantikan oleh Jokowi tentu saja pernyataan yang pernah dilontarkan Sekjen DPP PDIP tersebut mungkin akan menjadi sebuah kenyataan, karena akan ada jarak antara pendukung garis keturunan Soekarno sebagai Ketua Umum dan Jokowi yang tidak ada sama sekali garis keturunan dari sang proklamator Ir. Soekarno.

Kabar yang menyebutkan Presiden  Jokowi akan menggantikan Megawati sebagai Ketum PDIP bisa muncul dan menjadi pemberitaan karena berawal dari pernyataan beberapa relawan dari Ganjar Pranowo, yakni Joko Priyoski yang mendoakan Joko Widodo agar terpilih menjadi Ketua Umum dalam Kongres PDIP di tahun 2024, lalu tagar Trah Soekarno Tamat mendadak trending dan munculah kabar berita yang sedang ramai diperbincangkan ini.

Pernyataan tersebut tentu menuai banyak perdebatan dan juga kritik. Pasalnya, Jokowi dianggap akan menjadi penyebab kehancuran besar dalam sejarah perkembangan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang telah berdiri sejak tahun 1973 tersebut. Naiknya tagar Trah Soekarno Tamat sendiri sengaja dilakukan untuk menunjukkan bahwa naiknya Jokowi sebagai pemegang Ketua Umum PDIP akan menghentikan garis keturunan Soekarno di Partai PDIP kedepannya.

Recommended For You

Dukungan Penuh Para Ulama, 43 Kyai dan Nyai Hadir dalam Deklarasi Anies – Muhaimin di Surabaya Politik

Dukungan Penuh Para Ulama, 43 Kyai dan Nyai Hadir dalam Deklarasi Anies – Muhaimin di Surabaya

Sep 05, 2023
Platform Interaktif untuk Aspirasi Publik: Menyatu dengan Rakyat Politik

Platform Interaktif untuk Aspirasi Publik: Menyatu dengan Rakyat

Apr 25, 2025
Dari Aktivis hingga Gubernur: Jejak Panjang Gusnar Ismail untuk Gorontalo Politik

Dari Aktivis hingga Gubernur: Jejak Panjang Gusnar Ismail untuk Gorontalo

Jun 25, 2025